Business Process Modeling Adalah Awal Keberhasilan Perusahaan

pixabay@TheDigitalArtist

Semua perusahaan pasti memiliki target dan tujuan yang sama dalam proses operasional mereka. Target dan tujuan ini adalah mengenai kelancaran semua proses bisnis yang dijalankan dalam perusahaan tersebut. Untuk mencapainya, dibuatlah business processing model. Business process modelling adalah sebuah gambaran yang disajikan dalam bentuk grafis mengenai semua aktivitas perusahaan.

Sehingga bisa disebutkan bahwa business process modelling adalah gambaran singkat mengenai semua aktivitas yang terjadi dalam perusahaan dan disajikan melalui flowchart atau diagram. Di dalamnya terpapar mengenai insight tentang proses yang ada dalam bisnis tersebut.

Contoh yang terpapar dalam business process modelling adalah tentang segala kegiatan yang berlangsung dalam kegiatan bisnis tersebut. Selain itu juga mengenai siapa yang bertanggung jawab pada kegiatan tersebut. Disebutkan pula mengenai semua jenis peralatan yang digunakan dan membantu pada semua proses bisnis dalam perusahaan.

Hal lain yang tergambar pada business process modelling adalah tentang keseluruhan proses yang dijalankan dalam sebuah bisnis. Termasuk juga didalamnya, mengenai tingkat kesuksesan serta kegagalan yang pernah dialami pada proses bisnis di perusahaan tersebut. Semua disajikan dengan lengkap dalam bentuk diagram atau flowchart.

Baca Juga : Branding Identity Adalah Apa? Inilah penjelasannya dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Manfaat Business Process Modelling

Dari penjabaran singkat mengenai definisi business process modelling, maka bisa didapatkan gambaran mengenai manfaat business process modelling ini. Beberapa manfaat dari business process modelling adalah :

  1.     Mendukung peningkatan performa bisnis perusahaan
  2.     Menciptakan proses bisnis yang mangkus dan sangkil
  3.     Membantu proses pengambilan keputusan dalam strategi bisnis
  4.     Membantu menciptakan proses bisnis yang ramping
  5.     Membantu peningkatan jumlah lapangan pekerjaan
  6.     Menciptakan konsistensi serta standar baku pada proses bisnis
  7.     Meningkatkan kualitas koordinasi baik pada sesame karyawan maupun dengan anggota perusahaan.

Meski membawa banyak nilai positif, namun proses penyusunan businesss process modelling tidak bisa dilakukan secara manual. Karena para proses ini, pembuatannya dilakukan dengan menggunakan algoritma data mining. Algoritma ini berdasar data guna menciptakan model dari proses bisnis yang dilakukan perusahaan.

Baca Juga : Trik Untuk Meningkatkan Usaha Kuliner yang Dilakukan Wirausaha Adalah Seperti Berikut Ini!

Contoh Penerapan Business Processing Modelling

Setelah memahami apa saja yang bisa didapat dari business process modelling, maka selanjutnya bisa dipahami mengenai contoh penerapannya. Ada beberapa contoh penerapan business process modelling adalah :

  1.     Menciptakan optimalisasi dan standarisasi proses bisnis

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa business process modelling adalah alat untuk menggambarkan segala hal yang terdapat pada proses kerja. Dengan demikian, perusahaan akan mudah dalam melakukan analisa mengenai bagian apa saja yang dianggap kurang memberikan hasil secara optimal. Dengan demikian, adanya business process modelling akan membantu perusahaan lebih mudah untuk proses optimalisasi proses kerja secara menyeluruh.

Apabila seluruh proses kerja sudah optimal, maka perusahaan bisa memanfaatkan business process modelling untuk menciptakan standarisasi apda semua prose bisnisnya. Sehingga model ini akan menjadi sebuah blue print atau standar yang menggambarkan parameter dalam proses bisnis.

Dengan adanya standarisasi dan parameter yang dijadikan acuan proses bisnis, membuat karyawan akan patuh untuk menjalankannya. Dengan begitu, business process modelling adalah sebuah pedoman kerja sebagaimana SOP yang dijadikan patokan pada perusahaan.

  1.     Membantu evaluasi proses bisnis baru

Contoh penerapan lain dari business process modelling adalah untuk membantu melakukan evaluasi pada proses bisnis baru. Dimana hal ini dilakukan manakala perusahaan hendak melakukan evaluasi serta menerapkan sebuah proses bisnis baru. Dengan menciptakan model baru untuk proses bisnisnya, maka perusahaan dalam mengetahui seberapa efektif proses bisnis baru yang sedang berjalan tersebut.dengan begitu, perusahaan bisa melakukan penilaian serta menciptakan kebijakan baru sebagai bentuk penyesuaian atas kekurangan yang terjadi.

  1.     Alat analisa dalam proses pemanfaatan sumber daya

Contoh berikut mengenai penerapan business process modelling adalah digunakan untuk membantu melakukan analisa tentang pemanfaatan sumber daya yang digunakan. Artinya, apakah seluruh sumberdaya yang menjadi investasi perusahaan mampu memberikan hasil sesuai target atau tidak.

Sebagai contoh di sektor pemasaran. Perusahaan bisa mendapatkan informasi mengenai bagaimana tim penjualan memanfaatkan tool serta sistem guna mencapai target yang ditetapkan. Informasi mengenai tool apa saja yang digunakan, apa saja tool yang efektif dan juga capaian yang didapatkan dari penggunaan setiap tool, semua bisa tersaji dengan jelas.

Dari informasi ini, perusahaan nantinya bisa membuat keputusan mengenai strategi pemasaran yang akan dilakukan di masa mendatang. Apakah akan tetap menggunakan tool yang sudah ada atau akan mengganti dengan tool lain yang dianggap mampu memberikan hasil secara lebih baik lagi.

Dari penjelasan di atas bisa didapatkan gambaran mengenai apa yang disebut business process modelling beserta dengan manfaat dan juga penerapannya. Dimana secara garis besar, konsep ini akan membantu perusahaan mengetahui serta memahami proses kerja perusahaan secara lebih jelas dan terukur secara statistik guna memudahkan perbandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like