Cara Menghitung Cost of Good Sold, Berikut Penjelasannya!

Foto: Pexels @Tima Miroshnichenko

Jika Anda seorang pebisnis yang bergerak dalam penjualan produk, cara menghitung Cost of Good Sold merupakan hal yang sangat penting. Perhitungan tersebut meliputi semua biaya yang berhubungan dalam penjualan produk.

Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung Cost of Good Sold atau Harga Pokok Penjualan (HPP) terlebih dahulu Anda harus memahami pengertian dan tujuannya yang akan dijelaskan pada artikel ini.

Pengertian Cost of Good Sold (COGS)

Cara menghitung Cost of Goods Sold (COGS) atau Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah dihitung dari biaya langsung yang dikeluarkan selama berlangsungnya proses produksi. Karena sesuai pengertiannya, Cost of Good Sold adalah penghitungan biaya langsung yang timbul saat proses produksi barang atau jasa apa pun.

Jadi yang dihitung termasuk biaya material, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik langsung, yang mana berbanding lurus dengan pendapatan. Ketika pendapatan meningkat, maka lebih banyak sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi.

Cara menghitung Cost of Goods Sold untuk produksi barang, biaya bisa termasuk biaya variabel yang terkait dalam produk manufaktur, antara lain bahan mentah dan tenaga kerja.Lari

Hal-hal tersebut mungkin juga termasuk dalam biaya tetap, seperti overhead pabrik, biaya penyimpanan, dan biaya penyusutan.

Tujuan Menghitung Cost of Good Sold

Tujuan dasar dari menghitung Cost of Good Sold adalah untuk menghitung harga pokok barang dagangan yang dijual dalam periode tersebut.

Ini tidak berlaku untuk harga pokok yang dibeli dalam periode tersebut kemudian tidak dijual atau hanya disimpan dalam inventori (persediaan awal). Hal ini akan membantu manajemen dan investor memantau kinerja bisnis.

Cara menghitung Cost of Good Sold dimulai dengan persediaan pada awal tahun dan diakhiri dengan persediaan pada akhir tahun. Banyak bisnis mempunyai proses pengambilan inventori pada saat-saat ini untuk menghitung nilai inventori mereka.

Baca juga: 5 Ragam Ide Usaha Rumahan yang Menjanjikan Dijamin Laris

Cara menghitung yang tepat membantu Anda mengetahui hal-hal yang harus dilakukan dan informasi yang perlu Anda berikan kepada petugas pajak.

Metode yang Diperlukan dalam Menghitung Cost of Good Sold

Bagaimana cara menghitung Cost of Good Sold, berikut ini adalah metode yang diperlukan:

1. Metode Akuntansi

PSAK adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Dalam penyajian informasi laporan keuangan PSAK mengharuskan bisnis dengan persediaan harus memperhitungkannya dengan menggunakan metode akuntansi akrual (accrual basis).

Dalam ilmu akuntansi, terdapat dua jenis metode akuntansi yang digunakan, yakni metode pencatatan berbasis kas (cash basis) dan metode pencatatan berbasis akrual (accrual basis).

Untuk bisnis berskala kecil dengan penerimaan kotor tahunan sebesar 200 juta atau kurang dari 200 juta selama tiga tahun terakhir, dapat memilih untuk tidak menyimpan inventori dan tidak menggunakan metode akuntansi akrual.

Akuntan perusahaan yang akan memutuskan penggunaan pencatatan berbasis kas (cash basis) dan metode pencatatan berbasis akrual (accrual basis).

2. Metode Biaya Persediaan

FIFO merupakan singkatan dari First In First Out, sedangkan LIFO adalah singkatan dari Last In First Out. FIFO secara sederhana diartikan sebagai metode akuntansi atau manajemen persediaan barang dengan konsep mengkonsumsi atau menggunakan barang yang diterima lebih awal.
Sebagai pebisnis Anda perlu menilai biaya inventori. PSAK memungkinkan beberapa metode berbeda, misalnya FIFO atau LIFO, tergantung pada jenis inventori.
PSAK memiliki aturan rinci mengenai metode identifikasi yang dapat Anda gunakan dan kapan Anda dapat membuat perubahan pada metode biaya inventori Anda

Selain itu Anda juga perlu mengumpulkan informasi lainnya mengenai inventori Anda yaitu:

Persediaan awal/inventori

nilai seluruh produk, suku cadang, dan bahan dalam persediaan Anda pada awal tahun, harus sama dengan persediaan akhir Anda pada akhir tahun sebelumnya.

Biaya pembelian

Yaitu suku cadang, bahan, dan produk jadi sebagai persediaan

Biaya tenaga kerja

Yaitu biaya untuk membayar karyawan saat proses membuat produk dan mengirimkannya

Biaya bahan dan persediaan

Yaitu biaya yang digunakan untuk membuat produk dan mengirimkan produk

Biaya lainnya

Antara lain biaya pengiriman, biaya gudang (sewa gudang, biaya listrik, dsb)

Persediaan akhir

Yaitu nilai semua item dalam persediaan pada akhir tahun

Cara Menghitung Cost of Good Sold

Terdapat rumus dasar dalam menghitung Cost of Good Sold berikut ini:

Inventori (pada awal tahun) + Pembelian dan Biaya Lainnya – Persediaan akhir (pada akhir tahun) = Harga Pokok Penjualan

Contoh:

Inventori awal= 25.000.000
Pembelian bahan dan biaya lain= 10.000.000
Persediaan akhir= 15.000.000
Jadi cara menghitungnya:
25.000.000 + 10.000.000 – 15.000.000= 20.000.000

Langkah-langkah dalam Menghitung Cost of Good Sold

Langkah 1: Menentukan Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Proses dalam cara menghitung Cost of Good Sold memungkinkan Anda dapat mengurangi seluruh biaya produk yang Anda jual, apakah Anda memproduksinya sendiri atau membeli dari grosir selanjutnya menjualnya kembali.

Kemudian buatlah daftar seluruh biaya, termasuk di dalamnya biaya tenaga kerja, biaya pembelian bahan, biaya persediaan, dan biaya lainnya.

Baca juga: 34 Ide Nama Toko yang Bermakna Sukses, Cocok sebagai Referensi

Terdapat dua jenis biaya yang termasuk dalam Cost of Good Sold:

Biaya Langsung

Biaya langsung adalah biaya yang berhubungan dengan produksi atau pembelian produk, yaitu upah yang Anda bayarkan kepada karyawan selama bekerja secara langsung dalam pembuatan produk yang dibuat perusahaan Anda, termasuk karyawan penuh waktu dan paruh waktu.

Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung adalah biaya yang berhubungan dengan pergudangan, fasilitas, peralatan, serta tenaga kerja. Biaya tidak langsung adalah upah yang Anda bayarkan kepada karyawan yang bekerja di pabrik Anda yang tidak mempunyai hubungan langsung dalam pembuatan produk, termasuk pekerja stok, pengemasan, serta pengiriman.

Langkah 2: Menentukan Biaya Fasilitas

Biaya fasilitas (untuk gedung dan lokasi lain) merupakan hal yang paling sulit ditentukan. Dalam hal ini perlu adanya peran dari profesional pajak.

Anda harus bisa menetapkan persentase biaya fasilitas Anda, antara lain bunga sewa, utilitas, dan biaya lainnya untuk setiap produk pada periode akuntansi yang bersangkutan (umumnya satu tahun, untuk keperluan pajak) .

Langkah 3: Menentukan Biaya Inventori

Persediaan awal atau inventori meliputi barang dagangan dalam persediaan, persediaan bahan mentah, pekerjaan dalam proses, produk jadi, serta persediaan yang merupakan bagian dari barang yang Anda jual.

Kemungkinan Anda perlu melakukan perhitungan secara fisik semua hal yang ada di inventori atau terus menghitung sepanjang tahun.

Dalam perhitungan tersebut inventori awal Anda tahun ini harus sama persis dengan persediaan pada akhir tahun lalu. Jika kedua jumlah tidak sama, Anda perlu mengirimkan penjelasan di formulir pajak Anda mengenai perbedaannya.

Langkah 4: Menambahkan Pembelian Item Inventori

Sebagian besar bisnis menambah inventori sepanjang tahun. Anda perlu melacak biaya setiap pengiriman atau seluruh biaya produksi pada setiap produk yang Anda tambahkan ke inventori.

Ketika Anda membeli produk, maka simpan faktur dan dokumen lainnya. Saat Anda membuat produk Anda sendiri, maka Anda perlu bantuan profesional pajak untuk membantu menentukan biaya yang akan ditambahkan ke inventori.

Langkah 5:Menentukan Persediaan Akhir

Biaya persediaan akhir biasanya ditentukan dengan cara mengambil persediaan fisik produk, atau bisa dengan memperkirakan.

Biaya persediaan akhir dapat dikurangi untuk persediaan yang mengalami kerusakan, produk hilang, atau usang. Untuk persediaan yang rusak, perlu membuat laporan untuk nilai taksirannya.

Untuk persediaan yang hilang, Anda harus memberikan bukti. Untuk persediaan yang usang (kadaluwarsa), Anda harus menunjukkan laporan penurunan nilai.

Langkah 6: Melakukan Perhitungan Cost of Good Sold

Pada langkah terakhir ini Anda telah mempunyai seluruh informasi yang diperlukan untuk melakukan penghitungan. Anda dapat melakukannya di spreadsheet, atau bisa juga minta bantuan pada akuntan Anda.

Demikian penjelasan mengenai pengertian Cost of Good Sold (COGS) dan cara menghitung Cost of Good Sold atau harga pokok penjualan (HPP). Setiap pebisnis perlu memahami harga pokok penjualan ini sehingga dapat dengan mudah mengetahui ketika perusahaan dalam kondisi keuangan perusahaan yang buruk dan bisa segera mencari solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like